Sobat My-gadget, mengedit foto kini bukan lagi urusan fotografer profesional atau desainer grafis. Di era kamera smartphone yang semakin canggih, aplikasi edit foto justru menjadi bagian penting dari pengalaman memotret itu sendiri.
Sebelum sebuah foto diunggah ke Instagram, TikTok, atau sekadar disimpan di galeri, hampir selalu ada satu langkah tambahan: mengedit.
Baik untuk sekadar menyesuaikan warna, menghapus objek yang mengganggu, hingga membuat foto terlihat artistik, Android dan iOS menawarkan banyak pilihan aplikasi edit foto dengan karakter dan keunggulan masing-masing.
Berikut adalah 20 aplikasi edit foto terbaik untuk Android dan iOS di 2024, dari yang sederhana hingga profesional.
Fitur Penting dalam Aplikasi Edit Foto yang Perlu Diperhatikan
Sebelum memilih aplikasi edit foto, ada beberapa fitur utama yang sebaiknya menjadi pertimbangan. Tidak semua orang membutuhkan fitur profesional, tetapi fitur-fitur ini sering menjadi pembeda antara aplikasi biasa dan aplikasi yang benar-benar berguna.
Pertama, kontrol dasar seperti exposure, contrast, highlights, dan shadows adalah fondasi utama. Tanpa kontrol ini, hasil edit akan terasa terbatas.
Kedua, preset atau filter sangat membantu bagi pengguna yang ingin hasil cepat dan konsisten, terutama untuk media sosial.
Ketiga, dukungan file RAW penting bagi pengguna yang serius dengan fotografi karena memberi ruang pengeditan lebih luas.
Keempat, fitur AI seperti rekomendasi preset, penghapus objek otomatis, dan retouch wajah kini semakin relevan karena menghemat waktu.
Terakhir, antarmuka yang intuitif sering kali lebih penting daripada banyaknya fitur. Aplikasi yang sederhana namun efisien biasanya lebih sering dipakai.
Rekomendasi Aplikasi Edit Foto Terbaik untuk Android & iOS
Bagi Anda pengguna smarthphone baik android dan iOS, berikut ini adalah beberapa rekomendasi aplikasi edit foto terbaik yang layak untuk coba di tahun 2026. Berikut ini daftar selengkapnya.
| Nama Aplikasi | Featured highlight |
|---|---|
| Adobe Lightroom | Adobe Lightroom tetap menjadi standar emas untuk pengeditan foto di mobile. Aplikasi ini menawarkan kontrol warna dan pencahayaan yang sangat detail, dukungan file RAW, serta lebih dari 150 preset. |
| Snapseed | Dengan 29 alat pengeditan, dukungan RAW, dan kemampuan menyimpan preset kustom, Snapseed cocok untuk pengguna pemula hingga menengah. |
| VSCO | Menyediakan alat pengeditan dasar dan lanjutan, seperti exposure, contrast, highlights, shadows, grain, hingga penyesuaian warna yang cukup detail. |
| Photoshop Express | menyediakan berbagai alat retouching profesional, seperti penghalusan kulit, penghapusan noda, koreksi perspektif, hingga penyesuaian warna dan pencahayaan. Adobe juga menyertakan filter dan efek berkualitas tinggi yang bisa langsung digunakan untuk mempercantik foto dalam hitungan detik. |
| Lensa | Fitur unggulan Lensa terletak pada retouch wajah berbasis AI. Aplikasi ini mampu memperhalus kulit, menyesuaikan pencahayaan wajah, mempertegas detail, hingga menghilangkan objek yang mengganggu hanya dengan satu atau dua tap. |
| Google Photos | Fitur seperti koreksi warna otomatis, penyesuaian kecerahan, kontras, dan white balance bekerja secara cerdas dengan bantuan AI. Dalam banyak kasus, satu kali tap pada fitur “Enhance” sudah cukup untuk membuat foto terlihat lebih terang dan seimbang. |
| Picsart | PicsArt menyediakan alat menggambar, brush, layer, serta ribuan stiker dan elemen grafis yang bisa langsung ditambahkan ke foto. Pengguna juga dapat membuat stiker sendiri dari gambar yang dimiliki, menjadikannya sangat fleksibel untuk kebutuhan kreatif. |
| Afterlight | Aplikasi ini dikenal dengan koleksi filter, overlay, dan tekstur yang unik, termasuk efek debu, light leak, dan grain yang memberi karakter tambahan pada foto. |
| Prisma | Filter-filter artistik Prisma terinspirasi dari gaya pelukis terkenal seperti Van Gogh, Picasso, hingga Munch, dan diolah menggunakan teknologi AI untuk mentransformasikan foto menjadi ilustrasi bergaya lukisan. |
| Canva | menawarkan ribuan template siap pakai untuk berbagai kebutuhan mulai dari Instagram, TikTok, presentasi, hingga banner promosi. Pengguna dapat mengedit foto langsung di dalam template, menyesuaikan warna, pencahayaan, hingga menerapkan filter tanpa perlu berpindah aplikasi. |
| TouchRetouch | Object Removal, Line Removal, dan Clone Stamp, pengguna bisa dengan mudah menghilangkan kabel listrik, bayangan, pejalan kaki, hingga noda kecil tanpa merusak detail foto. |
| Facetune | Aplikasi ini menawarkan berbagai alat retouch wajah yang presisi, mulai dari penghalusan kulit, penghilangan noda, pemutihan gigi, hingga penyesuaian bentuk wajah dan fitur tertentu seperti mata, hidung, atau rahang. |
| Fotor | fitur lanjutan seperti efek HDR, retouch wajah, dan penyesuaian warna otomatis yang membantu meningkatkan kualitas foto secara instan. |
| PhotoDirector | Fitur unggulannya termasuk penghapus objek berbasis AI, penggantian latar belakang otomatis, serta animasi foto yang memungkinkan gambar statis terlihat lebih hidup. |
| AirBrush | Dengan fokus pada kecepatan dan hasil natural, AirBrush menjadi pilihan tepat untuk retouch instan sebelum foto dibagikan, tanpa harus membuka aplikasi edit foto yang lebih berat. |
1. Adobe Lightroom

Adobe Lightroom tetap menjadi standar emas untuk pengeditan foto di mobile. Aplikasi ini menawarkan kontrol warna dan pencahayaan yang sangat detail, dukungan file RAW, serta lebih dari 150 preset.
Fitur AI-nya mampu merekomendasikan preset terbaik dan menghapus objek dengan hasil yang rapi. Cocok untuk pengguna yang ingin kontrol maksimal tanpa harus membuka laptop.
2. Snapseed
Snapseed adalah contoh aplikasi gratis yang terasa terlalu bagus untuk jadi gratis. Dengan 29 alat pengeditan, dukungan RAW, dan kemampuan menyimpan preset kustom, Snapseed cocok untuk pengguna pemula hingga menengah.
Semua fitur bisa diakses tanpa biaya, dan tutorial bawaan membuatnya ramah bagi pengguna baru.
3. VSCO
VSCO dikenal karena pendekatannya yang lebih artistik dibandingkan aplikasi edit foto pada umumnya. Alih-alih mengejar warna yang terlalu mencolok atau efek instan yang agresif, VSCO justru menekankan nuansa fotografi analog dengan karakter warna yang lembut, natural, dan konsisten.
Filter-filter yang tersedia terinspirasi dari film kamera klasik, sehingga hasil editannya sering terasa lebih “tenang” dan tidak berlebihan. Ini membuat VSCO populer di kalangan kreator visual yang mengutamakan estetika minimalis dan tone warna yang rapi, terutama untuk feed Instagram.
Selain filter, VSCO juga menyediakan alat pengeditan dasar dan lanjutan, seperti exposure, contrast, highlights, shadows, grain, hingga penyesuaian warna yang cukup detail. Meski tidak serumit Lightroom, kontrol yang diberikan sudah lebih dari cukup untuk sebagian besar kebutuhan edit foto harian.
4. Photoshop Express
Photoshop Express adalah versi mobile dari Adobe Photoshop yang dirancang untuk kecepatan dan kemudahan, bukan untuk menggantikan versi desktop sepenuhnya. Pendekatannya jelas: membantu pengguna melakukan pengeditan foto dengan hasil rapi tanpa harus berhadapan dengan antarmuka yang rumit.
Aplikasi ini menyediakan berbagai alat retouching profesional, seperti penghalusan kulit, penghapusan noda, koreksi perspektif, hingga penyesuaian warna dan pencahayaan. Adobe juga menyertakan filter dan efek berkualitas tinggi yang bisa langsung digunakan untuk mempercantik foto dalam hitungan detik.
Untuk kebutuhan konten digital, Photoshop Express menawarkan fitur tambahan seperti pembuatan kolase, stiker kustom, teks, border, dan frame yang siap dipakai. Fitur-fitur ini membuatnya sangat relevan untuk media sosial, terutama bagi pengguna yang ingin hasil cepat namun tetap terlihat profesional.
5. Lensa
Lensa adalah contoh bagaimana kecerdasan buatan (AI) mengubah cara orang mengedit foto. Aplikasi ini dirancang untuk pengguna yang menginginkan hasil cepat, rapi, dan langsung siap dibagikan, tanpa perlu memahami teknik pengeditan yang rumit.
Fitur unggulan Lensa terletak pada retouch wajah berbasis AI. Aplikasi ini mampu memperhalus kulit, menyesuaikan pencahayaan wajah, mempertegas detail, hingga menghilangkan objek yang mengganggu hanya dengan satu atau dua tap. Hasilnya terlihat halus dan modern, meski terkadang terasa sedikit “terlalu sempurna” bagi pengguna yang menyukai tampilan natural.
Selain retouch, Lensa juga menawarkan kemampuan mengubah latar belakang, menyesuaikan warna langit, serta memberikan efek artistik yang otomatis.
Baca juga: iPhone 17: Spesifikasi Lengkap, Kamera 48MP, Chip A19, dan Apple Intelligence
6. Google Photos
Google Photos mungkin lebih dikenal sebagai layanan penyimpanan dan pencadangan foto, tetapi di balik fungsi utamanya itu, aplikasi ini juga menyimpan alat pengeditan yang surprisingly solid. Pendekatannya sangat sederhana: membantu pengguna memperbaiki foto dengan cepat, tanpa perlu berpindah aplikasi.
Fitur seperti koreksi warna otomatis, penyesuaian kecerahan, kontras, dan white balance bekerja secara cerdas dengan bantuan AI. Dalam banyak kasus, satu kali tap pada fitur “Enhance” sudah cukup untuk membuat foto terlihat lebih terang dan seimbang.
Google Photos juga menyediakan filter sederhana dan alat crop yang presisi, termasuk rekomendasi pemotongan otomatis untuk memperbaiki komposisi. Untuk pengguna Android, integrasi yang mendalam dengan sistem membuat proses edit terasa mulus dan efisien langsung dari galeri.
7. PicsArt

PicsArt adalah aplikasi edit foto yang bermain di wilayah kreativitas tanpa batas. Jika banyak aplikasi lain berfokus pada hasil yang rapi dan konsisten, PicsArt justru memberi kebebasan penuh bagi pengguna untuk bereksperimen dan berekspresi.
Selain filter dan alat edit standar seperti penyesuaian warna, kontras, dan pencahayaan, PicsArt menyediakan alat menggambar, brush, layer, serta ribuan stiker dan elemen grafis yang bisa langsung ditambahkan ke foto. Pengguna juga dapat membuat stiker sendiri dari gambar yang dimiliki, menjadikannya sangat fleksibel untuk kebutuhan kreatif.
Salah satu fitur unik PicsArt adalah remix, yang memungkinkan pengguna mengedit ulang karya milik pengguna lain di dalam komunitas. Pendekatan ini membuat PicsArt terasa lebih seperti platform kreatif daripada sekadar aplikasi edit foto.
8. Afterlight
Afterlight berada di titik tengah antara aplikasi edit foto sederhana dan alat pengeditan yang lebih serius. Pendekatannya tidak berusaha terlihat terlalu profesional, tetapi juga tidak meremehkan kebutuhan pengguna yang ingin kontrol lebih dari sekadar filter instan.
Aplikasi ini dikenal dengan koleksi filter, overlay, dan tekstur yang unik, termasuk efek debu, light leak, dan grain yang memberi karakter tambahan pada foto. Afterlight juga menyediakan alat penyesuaian warna dan cahaya yang cukup lengkap, seperti curves, hue, saturation, dan sharpening, tanpa membuat antarmukanya terasa rumit.
Salah satu kekuatan utama Afterlight adalah antarmuka yang bersih dan intuitif. Semua alat tersusun rapi dan mudah diakses, membuat proses edit terasa cepat dan menyenangkan, bahkan bagi pengguna baru.
9. Prisma
Prisma tidak mencoba menjadi aplikasi edit foto serba bisa. Sejak awal, fokusnya jelas: mengubah foto biasa menjadi karya seni digital. Pendekatan ini membuat Prisma memiliki identitas yang sangat kuat dibandingkan aplikasi edit foto lainnya.
Filter-filter artistik Prisma terinspirasi dari gaya pelukis terkenal seperti Van Gogh, Picasso, hingga Munch, dan diolah menggunakan teknologi AI untuk mentransformasikan foto menjadi ilustrasi bergaya lukisan. Hasilnya sering kali terlihat dramatis, penuh tekstur, dan jauh dari tampilan foto realistis.
Proses pengeditannya juga sangat sederhana. Pengguna hanya perlu memilih foto, memilih gaya seni, lalu menyesuaikan intensitas efek sesuai selera. Prisma lebih mengutamakan eksperimen visual daripada kontrol teknis yang detail.
10. Canva

Canva mungkin lebih dikenal sebagai platform desain grafis, tetapi kemampuannya sebagai alat edit foto praktis sering kali diremehkan. Untuk pengguna yang fokus pada kecepatan, konsistensi visual, dan kebutuhan konten digital, Canva justru menjadi salah satu pilihan paling efisien.
Aplikasi ini menawarkan ribuan template siap pakai untuk berbagai kebutuhan mulai dari Instagram, TikTok, presentasi, hingga banner promosi. Pengguna dapat mengedit foto langsung di dalam template, menyesuaikan warna, pencahayaan, hingga menerapkan filter tanpa perlu berpindah aplikasi.
Kekuatan utama Canva terletak pada ekosistem desainnya. Koleksi font, ikon, ilustrasi, dan elemen visual memudahkan siapa pun membuat konten yang terlihat profesional, bahkan tanpa latar belakang desain.
11. TouchRetouch
TouchRetouch adalah contoh aplikasi yang tahu persis apa yang ingin dilakukannya—dan melakukannya dengan sangat baik. Alih-alih menawarkan lusinan fitur, aplikasi ini memilih fokus pada satu fungsi utama: menghapus objek yang mengganggu dari foto secara presisi.
Dengan alat seperti Object Removal, Line Removal, dan Clone Stamp, pengguna bisa dengan mudah menghilangkan kabel listrik, bayangan, pejalan kaki, hingga noda kecil tanpa merusak detail foto. Prosesnya intuitif: cukup tandai area yang ingin dihapus, lalu biarkan algoritma bekerja menyesuaikan tekstur dan warna di sekitarnya.
Hasil edit TouchRetouch cenderung terlihat alami dan bersih, bahkan pada foto dengan latar belakang kompleks. Aplikasi ini juga tidak membebani pengguna dengan fitur tambahan yang tidak relevan, menjadikannya cepat dan efisien untuk kebutuhan edit spesifik.
12. Facetune
Facetune telah lama menjadi andalan bagi pengguna yang ingin menyempurnakan foto selfie dan potret. Aplikasi ini menawarkan berbagai alat retouch wajah yang presisi, mulai dari penghalusan kulit, penghilangan noda, pemutihan gigi, hingga penyesuaian bentuk wajah dan fitur tertentu seperti mata, hidung, atau rahang.
Berbeda dari aplikasi serupa yang sering menghasilkan efek berlebihan, Facetune memberikan kontrol granular yang memungkinkan pengguna menyesuaikan intensitas edit agar hasil tetap terlihat natural.
Versi terbarunya juga dilengkapi fitur berbasis AI untuk mempercepat proses retouch tanpa banyak pengaturan manual.
13. Fotor
Fotor memposisikan diri sebagai aplikasi edit foto serbaguna yang menjembatani kebutuhan pemula hingga pengguna menengah. Di satu sisi, ia menawarkan alat edit dasar seperti penyesuaian kecerahan, kontras, dan saturasi.
Di sisi lain, tersedia juga fitur lanjutan seperti efek HDR, retouch wajah, dan penyesuaian warna otomatis yang membantu meningkatkan kualitas foto secara instan.
Salah satu keunggulan Fotor adalah kemampuannya dalam membuat kolase foto dan desain grafis sederhana tanpa harus berpindah aplikasi. Dengan berbagai template siap pakai, pengguna dapat dengan cepat menghasilkan konten visual untuk media sosial, banner promosi, atau kebutuhan personal lainnya.
14. PhotoDirector
PhotoDirector berada di persimpangan antara kontrol manual dan kemudahan berbasis AI. Aplikasi ini menawarkan alat pengeditan klasik seperti penyesuaian warna, kontras, dan detail, namun memperkaya pengalaman tersebut dengan fitur pintar yang dirancang untuk mempercepat alur kerja.
Fitur unggulannya termasuk penghapus objek berbasis AI, penggantian latar belakang otomatis, serta animasi foto yang memungkinkan gambar statis terlihat lebih hidup. Elemen bergerak seperti langit animasi atau efek cahaya membuat PhotoDirector menonjol dibanding aplikasi edit foto konvensional.
Pendekatan ini menjadikan PhotoDirector menarik bagi pengguna kreatif yang ingin bereksperimen tanpa harus menguasai teknik editing yang rumit.
Baca juga: 10 Aplikasi Inventory (Stok Barang) untuk Toko Smartphone
15. AirBrush
AirBrush dirancang untuk satu tujuan utama: membuat selfie terlihat lebih rapi dan menarik tanpa kesan berlebihan. Aplikasi ini menyediakan alat retouch wajah yang cepat dan mudah digunakan, mulai dari penghalusan kulit, penghilangan noda, pemutihan gigi, hingga penyesuaian fitur wajah secara halus.
Pendekatan AirBrush cenderung minimalis. Alih-alih menawarkan pengaturan teknis yang kompleks, aplikasi ini mengandalkan slider sederhana dan preset otomatis yang bekerja efektif hanya dalam beberapa sentuhan. Hasilnya adalah foto yang tampak lebih segar, bukan diubah secara ekstrem.
AirBrush cocok untuk pengguna yang menginginkan proses edit yang singkat namun konsisten, terutama bagi mereka yang aktif di media sosial. Dengan fokus pada kecepatan dan hasil natural, AirBrush menjadi pilihan tepat untuk retouch instan sebelum foto dibagikan, tanpa harus membuka aplikasi edit foto yang lebih berat.
Kesimpulan
Tidak ada satu aplikasi edit foto yang sempurna untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan Anda, apakah untuk edit cepat, estetika media sosial, atau pengeditan profesional.
Kabar baiknya, Android dan iOS menawarkan banyak opsi dan sebagian besar bisa dicoba secara gratis sebelum memutuskan mana yang paling cocok.



